Kata Toyota, PHEV belum siap untuk pikap [titlebase], hal ini disampaikan oleh pabrikan asal Jepang tersebut karena teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan kendaraan pekerja keras seperti Toyota Hilux. Padahal, saat ini banyak bermunculan pikap PHEV, terlebih dari merek asal China.
Toyota mengaku belum memiliki rencana untuk menghadirkan teknologi PHEV untuk model pikap, atau mobil pekerja keras seperti Hilux. Hal ini disebabkan karena teknologi PHEV belum siap untuk menghadapi beban berat di segmen pikap, dan solusi yang lebih konvensional masih menjadi pilihan yang terbaik untuk sekarang.
Menurut Ray Munday, Toyota Australia senior manager of product planning and pricing, tantangan utama PHEV adalah penambahan bobot karena penggunaan baterai. Hal tersebut tentu saja akan berpengaruh terhadap penambahan bobot, dan mengurangi muatan serta kemampuan untuk menarik beban.
Kata Toyota, PHEV belum siap untuk pikap karena teknologi tersebut masih belum cukup matang untuk aplikasi tugas berat. Toyota sendiri masih akan fokus terhadap pengembangan teknologi PHEV untuk mobil penumpang, dan SUV hingga sistem elektrifikasi tersebut dinilai cukup mumpuni untuk kendaraan dengan tugas berat.
Kata Toyota, PHEV belum siap untuk pikap, dan ini menjadi alasan why Toyota tidak akan terburu-buru menghadirkan teknologi PHEV untuk model pikap. Sebagai gantinya, Toyota akan terus mempelajari perkembangan teknologi sebelum merilis produk pick-up ramah lingkungan yang benar-benar tepat bagi pelanggan.
Kata Toyota, PHEV belum siap untuk pikap, dan ini menjadi kesimpulan bahwa Toyota masih akan fokus terhadap pengembangan teknologi PHEV untuk mobil penumpang, dan SUV. Toyota akan terus mempelajari perkembangan teknologi sebelum merilis produk pick-up ramah lingkungan yang benar-benar tepat bagi pelanggan.





