BEI: Masih ada 6 perusahaan besar antre IPO, setelah JELI BACH PRDL diserbu investor. Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan bahwa ada enam perusahaan besar yang masih dalam antrean untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia. Hal ini terjadi setelah beberapa perusahaan seperti JELI, BACH, dan PRDL diserbu investor.
Menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, enam perusahaan tersebut terdiri dari tiga perusahaan dengan aset skala besar, satu perusahaan dengan aset skala menengah, dan dua perusahaan dengan aset skala kecil. Klasifikasi aset perusahaan tersebut merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.
BEI juga melaporkan bahwa telah terdapat lima perusahaan yang melangsungkan IPO dengan dana dihimpun total senilai Rp1,67 triliun. Selain itu, terdapat 28 emisi dari 21 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) yang sedang berada dalam pipeline untuk menerbitkan emisi EBUS.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa keberlanjutan aktivitas IPO menunjukkan optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi Indonesia yang tetap terjaga di tengah dinamika pasar keuangan. BEI: Masih ada 6 perusahaan besar antre IPO, setelah JELI BACH PRDL diserbu investor, ini menjadi bukti bahwa pasar modal Indonesia masih menarik bagi investor.
BEI: Masih ada 6 perusahaan besar antre IPO, setelah JELI BACH PRDL diserbu investor. Dengan demikian, BEI terus berupaya untuk meningkatkan kepercayaan investor dan memperkuat pasar modal Indonesia. BEI: Masih ada 6 perusahaan besar antre IPO, setelah JELI BACH PRDL diserbu investor, ini menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Kesimpulan, BEI: Masih ada 6 perusahaan besar antre IPO, setelah JELI BACH PRDL diserbu investor, menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia masih aktif dan menarik bagi investor. Dengan demikian, BEI terus berupaya untuk meningkatkan kepercayaan investor dan memperkuat pasar modal Indonesia.





