Mark Zuckerberg, CEO Meta, baru-baru ini meminta maaf atas kesalahan operasional dan penyebaran konten ilegal, termasuk video yang tidak pantas, melalui platformnya. Hal ini terjadi setelah adanya kontroversi seputar video yang menampilkan Perdana Menteri Narendra Modi yang dihapus dari Facebook.
Dalam pertemuan dengan pejabat pemerintah India, Zuckerberg mengakui bahwa Meta telah melakukan kesalahan dalam memoderasi konten dan menyampaikan penyesalan atas penyebaran konten ilegal, termasuk video yang menampilkan kekerasan dan konten dewasa.
Sementara itu, di tempat lain, sebuah video wawancara dengan Christopher Nolan, sutradara film terkenal, telah menjadi viral setelah ditayangkan di platform media sosial. Dalam wawancara tersebut, Nolan membahas tentang proses kreatifnya dan visinya tentang pembuatan film.
Di lain pihak, insiden kekerasan juga telah terjadi di Brighton, Inggris, setelah seorang pria ditangkap atas dugaan pemerkosaan seorang wanita di pantai. Insiden ini telah menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.
Selain itu, sebuah video yang menampilkan seorang wanita yang dipaksa untuk mengaku sakit setelah mengalami pengalaman buruk dengan sebuah masquerade rites juga telah menjadi viral di media sosial. Insiden ini telah memicu diskusi tentang pentingnya menghormati hak asasi manusia dan mencegah kekerasan.
Dalam konteks video, kesadaran akan pentingnya memantau dan mengontrol konten yang disebarkan melalui platform media sosial semakin meningkat. Zuckerberg telah menyatakan bahwa Meta akan meningkatkan upaya untuk memoderasi konten dan mencegah penyebaran konten ilegal, termasuk video yang tidak pantas.





