Pelukis kondang Nasirun meninggal dunia pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di Yogyakarta. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh tetangganya, Bimo Aditya, yang menyebutkan bahwa Nasirun meninggal di Rumah Sakit AMC Muhammadiyah Yogyakarta.
Nasirun dikenal sebagai maestro seni rupa Indonesia yang memiliki gaya lukis ekspresif dengan perpaduan simbol, kaligrafi, dan unsur budaya Jawa yang kuat. Lahir di Cilacap, Jawa Tengah, pada 1965, Nasirun mengenyam pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
Sebelum meninggal, Nasirun sempat mengeluhkan sakit dada dan asam lambung. Jenazahnya disemayamkan di RS AMC Muhammadiyah Yogyakarta dan akan dimakamkan di Makam Seniman Girisapto Imogiri, Bantul.
Nasirun merupakan salah satu perupa Indonesia yang dikenal berkat karya lukis bergaya ekspresif dengan perpaduan simbol, kaligrafi, dan unsur budaya Jawa yang kuat. Karya-karyanya telah menghiasi berbagai pameran seni, baik tunggal maupun bersama, di dalam maupun luar negeri.
Budayawan Romo Sindhunata menyebutkan bahwa Nasirun adalah sosok yang hidupnya didedikasikan untuk seni dan kebahagiaan orang lain. Tawa selalu mendahului setiap kata yang keluar dari mulut pelukis yang karya-karyanya turut mewarnai sejarah seni rupa kontemporer Indonesia.
Nasirun meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Kepergiannya meninggalkan kesan yang mendalam bagi dunia seni rupa Indonesia. Karya-karyanya akan terus menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Dalam mengenang Nasirun, kita dapat melihat bahwa karya-karyanya tidak hanya merefleksikan kebudayaan lokal, tetapi juga memiliki daya tarik universal. Nasirun telah membuktikan bahwa seni dapat menjadi bahasa yang universal, menghubungkan orang-orang dari berbagai latar belakang dan budaya.
Sebagai penghormatan terakhir, kita dapat mengingat Nasirun sebagai seorang pelukis yang memiliki dedikasi tinggi terhadap seni dan kebudayaan. Karya-karyanya akan terus menjadi sumber inspirasi bagi para seniman muda dan pecinta seni.





