Beranda / Berita / Petugas Damkar DKI Meninggal Saat Bertugas Padamkan Kebakaran TPS di Jakarta Timur

Petugas Damkar DKI Meninggal Saat Bertugas Padamkan Kebakaran TPS di Jakarta Timur

Petugas Damkar DKI Meninggal Saat Bertugas Padamkan Kebakaran TPS di Jakarta Timur

Seorang petugas Damkar DKI meninggal saat bertugas padamkan kebakaran TPS di Jakarta Timur. Andriyono, Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung, Jakarta Timur, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Harapan Bunda. Petugas Damkar DKI meninggal saat bertugas padamkan kebakaran TPS ini disebabkan karena Andriyono memiliki riwayat penyakit jantung.

Menurut Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Bayu Megantara, petugas tersebut sedang melakukan operasi pemadaman kebakaran pada Sabtu (1/8). Saat melakukan penyambungan selang, Andriyono tiba-tiba mengeluhkan nyeri di bagian dada sehingga rekan-rekannya segera memberikan pertolongan dan memanggil tim medis.

Andriyono kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Harapan Bunda dan dinyatakan wafat pada pukul 13.30 WIB. Petugas Damkar DKI meninggal saat bertugas padamkan kebakaran TPS ini menyebabkan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Dinas Gulkarmat DKI Jakarta juga memastikan seluruh hak almarhum akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Peristiwa kebakaran sendiri terjadi di Jalan Penggilingan Baru, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Petugas Damkar DKI meninggal saat bertugas padamkan kebakaran TPS ini tentunya menyebabkan dampak yang besar bagi keluarga dan rekan kerja Andriyono. Pemprov DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah di lokasi tersebut maupun di lahan yang bukan diperuntukkan sebagai tempat pembuangan.

Kronologi kejadian Petugas Damkar DKI meninggal saat bertugas padamkan kebakaran TPS ini dimulai saat Dinas Gulkarmat menerima laporan kebakaran tumpukan sampah pada pukul 07.02 WIB. Sebanyak 10 unit mobil pemadam dan 50 personel dikerahkan ke lokasi, dengan operasi pemadaman dimulai pukul 07.11 WIB. Api berhasil dilokalisasi pada pukul 11.35 WIB, kemudian dilanjutkan proses pendinginan sejak pukul 13.15 WIB.

Menurut Bayu, proses pemadaman sempat terkendala karena tumpukan puing di permukaan menutupi sampah di lapisan bawah. Kondisi tersebut memicu ground fire atau titik api bawah tanah yang terus mengeluarkan asap pekat. Petugas Damkar DKI meninggal saat bertugas padamkan kebakaran TPS ini tentunya membuat kita menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari pembuangan sampah sembarangan.

Dalam kesimpulan, Petugas Damkar DKI meninggal saat bertugas padamkan kebakaran TPS di Jakarta Timur ini menyebabkan dampak yang besar bagi keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari pembuangan sampah sembarangan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Petugas Damkar DKI meninggal saat bertugas padamkan kebakaran TPS ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya menyadari risiko dan bahaya yang dihadapi oleh petugas damkar dalam menjalankan tugasnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *